"Hb-nya 11,4 g/dl. Belum bisa donor ya, karena normalnya minimal 12,5 g/dl," ucap petugas donor darah yang berhasil membuat saya lemas. Lemas dan sedih, lebih tepatnya. Sebab lagi-lagi saya gagal melakukan donor darah. Padahal kali ini saya yakin sekali mengingat sudah rutin makan sayur dan buah dan badan rasanya lebih bugar dari sebelumnya.
![]() |
| Proses cek kadar Hb (sumber gambar: dokumentasi pribadi) |
Donor darah adalah proses menyumbangkan darah yang dimiliki demi menyelamatkan nyawa orang lain. Pemeriksaannya cukup ketat, mulai berat badan, tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb) yang dimiliki haruslah sesuai. Uniknya dalam sekali donasi darah ternyata dapat menyelamatkan hingga 3 nyawa. Hal ini karena darah yang didonorkan dapat diolah menjadi beberapa komponen, yakni sel darah merah, plasma, dan trombosit yang masing-masing digunakan untuk membantu 3 pasien berbeda yang membutuhkan komponen tersebut.
Donor darah banyak manfaatnya, bukan hanya bagi penerima namun juga bagi pendonor. Donor darah rutin dapat membantu memperlancar aliran darah dan menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah, regenerasi sel darah yang bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan bugar serta meningkatkan stabilitas emosional dan psikologis pendonor darah. Hal ini karena donor darah merupakan kegiatan menolong orang lain sehingga memicu pelepasan hormon endorfin, memberikan rasa puas dan berkontribusi pada stabilitas emosi serta kesejahteraan mental. Donor darah juga bisa membakar kalori, sebab tiap kali mendonorkan sekitar 450 mililiter darah maka tubuh dapat membakar sekitar 650 kalori, dan hal ini berkontribusi pada pengelolaan berat badan yang sehat.
Meski banyak manfaat yang bisa dirasakan dari kegiatan donor darah, ternyata peminatnya tidak terlalu banyak. Alasan klasiknya ialah calon pendonor takut jarum, karena memang donor darah memerlukan ukuran jarum yang lebih besar dari jarum suntik biasa. Selain itu skrining yang ketat membuat pendonor darah juga bukanlah sembarang orang. Padahal yang butuh darah jumlahnya begitu banyak, sampai-sampai stok di Palang Merah Indonesia (PMI) seringkali kurang.
Inilah yang membuat Nurirwansyah Putra terketuk hatinya hingga sekarang menjadi Ketua Komunitas Donor Relawan Sumatera Selatan (Sumsel). Lelaki lulusan ilmu hukum ini juga menginisiasi berdirinya Himpunan Darah Apheresis, yang merupakan Komunitas Donor Darah On Call yang bisa dihubungi 24 jam. Berawal pada 2012 lalu saat Nur, sapaan akrabnya, melihat sendiri bagaimana bayi berusia 4 bulan penderita hidrosefalus yang tergolek lemah di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, membutuhkan darah AB untuk memperpanjang hidupnya. Namun karena Nur bergolongan darah B, maka tidak bisa membantu.
Ia pun mencari siapa yang bisa menjadi pendonor yang tepat. Tanya-tanya ke tetangga dan kenalan lainnya, hingga akhirnya bertemu seseorang yang bisa mendonorkan darahnya. Dari situlah kemudian orang-orang mengenal Nur sebagai sosok yang bisa membantu mencarikan pendonor darah. Nur sendiri juga rutin mendonorkan darahnya, hingga bisa 100 kali dalam 8 tahun terakhir.
![]() |
| Nurirwansyah Putra saat mendonorkan darahnya (sumber gambar: sumsel.tribunnews.com) |
Kebiasaan mendermakan darah meninggalkan jejak di tangan kanan Nur berupa keloid di bekas tusukan jarum. Beberapa kali tusukan jarum juga membuat tangannya memar. Bahkan karena terlalu sering mendonorkan darah, Nur pernah sampai terkapar di rumah sakit selama seminggu. Sejak saat itulah, lelaki kelahiran 19 Juni 1992 ini yang awalnya tidak memperhatikan jangka waktu pendonoran, jadi menaati aturan donor darah yakni minimal 2 bulan sekali.
Nur merasakan sendiri bagaimana tusukan jarum menembus kulit saat mendonorkan darah dan itu rasanya sakit. Apalagi untuk donor apheresis, dimana perlu jarum suntik yang lebih besar dari donor darah biasa, ukurannya sebesar salah satu sedotan minuman kemasan. Meski demikian tetap dilakukan karena Nur tahu bahwa rasa sakitnya tidak sebanding dengan sakit yang para pasien rasakan. Nur juga merasa lebih sakit saat melihat para pasien yang terkapar membutuhkan darah tapi Nur tidak bisa berbuat apa-apa.
Donor darah khususnya mendermakan trombosit (apheresis) merupakan hal yang luar biasa. Apheresis adalah metode donor yang lebih kompleks dimana hanya trombosit dan plasma yang diambil, sementara darah merah dikembalikan ke tubuh pendonor. Tentunya proses ini memakan waktu lebih dari satu jam, dan membutuhkan jarum lebih besar serta skrining ketat terhadap kondisi fisik pendonor. Trombosit sangat dibutuhkan bagi mereka yang menderita penyakit kanker darah dan beragam kanker lainnya. Nah karena kebutuhan trombosit yang mendesak, itulah mengapa komunitas yang dibentuk Nur menggunakan sistem stand by on call, mengingat trombosit juga hanya bertahan satu hingga dua hari saja.
Syukurlah Himpunan Darah Apheresis besutannya berisi banyak orang baik yang ikhlas berderma darah pada orang lain. Dalam sebulan bisa mendonorkan rata-rata 100-150 kantong darah kepada pihak yang membutuhkan. Juga benar-benar tidak memungut biaya, diberikan gratis pada pasien. Secara tidak langsung, hal ini juga melawan praktik percaloan darah di Palembang.
Di saat banyak pasien yang membutuhkan, ada saja orang jahat yang memanfaatkan keadaan ini. Calo darah mematok harga Rp 400.000 per kantong darah, sementara satu kantong trombosit dihargai hingga Rp 2,5 juta. Tentu saja praktek ini terselubung, calo darah mendekat pada orang yang terlihat kebingungan mencari darah. Itulah mengapa kemudian Nur jadi hampir setiap hari ia nongkrong di PMI.
Darah yang diberikan Nur benar-benar tidak memungut biaya pada para pasien. Pendonornya kini tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun datang dari beragam profesi dan pekerjaan. Komunitas donor darah on call sudah menjadi mitra PMI dan RSMH Palembang. Selain rutin kampanye mengenai donor darah, komunitas yang dipimpin Nur juga kerap membuat seminar edukasi tentang donor darah.
![]() |
| Nurirwansyah Putra menerima SATU Indonesia Awards (sumber gambar: sumsel.tribunnews.com) |
Berkat dedikasi dan kontribusi besarnya, wirausahawan Event Organizer Endless Creative Production ini menerima penghargaan Satu Indonesia Awards tingkat provinsi Sumatera Selatan pada 2021 lalu. SATU Indonesia Awards adalah program apresiasi dari Astra untuk generasi muda Indonesia yang berkontribusi positif melalui bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi. Nama "SATU" merupakan singkatan dari "Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia". Penghargaan ini bertujuan mendorong gerakan yang berkelanjutan dan memberikan dukungan, termasuk dana pembinaan dan pembinaan kegiatan. Dengan apresiasi tersebut, Nur mendapatkan banyak mendapat manfaat yakni salah satunya mengenal banyak relawan inspiratif di seluruh Indonesia.
Sumber informasi:
https://www.kompas.id/artikel/nurirwansyah-putra-berbagi-darah-berbagi-kehidupan
https://jatim.viva.co.id/cangkrukan/15985-berbagi-kehidupan-lewat-trombosit-kisah-inspiratif-nurirwansyah-putra
https://sumsel.tribunnews.com/2021/12/31/nurirwansyah-putra-semangat-saling-bantu-dengan-donor-darah-on-call



Komentar
Posting Komentar